Posted by: anurba | Nopember 8, 2008

RUMAH NYA SEPERTI KAPAL PECAH!

”Kok rumahnya seperti kapal pecah ya..” itu adalah komentar tetanggaku ketika berkunjung kerumah.  Saat itu rumah memang sangat berantakan, di penuhi oleh mainan Nad. Sudut kanan sepeda poo nya, sudut kiri ada keranjang mainan,  di tengah rumah beserakan balok dan peralatan mainan memasaknya.

Bagi ibu ini bukan hal aneh, karena mobilitas nadia tinggi sekali.  Nadia termasuk anak yang tidak bisa disuruh diam. Untuk melampiaskan aktivitasnya, ibu membebas kan Nad untuk bermain di rumah sepuasnya. Dan Nad termasuk anak yang cepat sekali bosan, makanya tidak cukup satu  jenis mainan yang di mainkan dalam satu waktu.

Masalah rumah seperti Kapal Pecah,  sebetulnya bukan persoalan besar . Bisa di bereskan ketika Nad tidur siang atau ketika Nad asyik dengan pensil warna dan buku gambarnya. Yang penting kreativitas Nad terus berkembang. Mungkin  suatu waktu andai Nad sudah bisa membantu, ibu akan meminta tolong Nad membereskan mainannya sendiri andai tidak mau mungkin ibu akan menghukum Nad tidak boleh bermain lagi dengan  mainannya ( kapan ya…).

Edh

dEPOK , 8 nOVEMBER 2008

( Ayah pulang dari Tokyo dan Mba Wulan menikah ………selamat mbak)

Posted by: anurba | Oktober 27, 2008

MEMBANTU IBU

Hari ini ada kejadian luar biasa (menurutku) dalam diri Nad. Nad mau membantu ibu (SUBHANALLAH) , kejadian yang sangat sangat  langka dan baru pertama kali di lakukan Nad.

Sepulang sekolah Nad tidak mau sepatunya di lepas oleh ibu, dia mau melakukannya sendiri, walau dengan  susah payah akhirnya hal itu berhasil dilakukannya. Bukan cuma itu, dia meletakaan sepatunya di rak sepatu dengan rapi, lalu menaruh tas bekal sekolahnya di kamar, melepas celananya sendiri, melepas baju sendiri (walau masih di bantu ibu) dan meminta minum putih dengan lembutnya pada ibu, tidak dengan merengek  seperti biasanya.

Ketika ibu hendak menjemur pakaian (karena ibu tidak punya asisten di rumah) Nad membantu ibu mengambil pakaian yang bersih dari mesin cuci, lalu mendorong ember yang berisi pakaian ke tempat jemuran.

Ketika waktu makan siang, Nad tidak mau di suapi.  Dia ingin makan sendiri , walau kotor dan berantakan, akhirnya makan siang nya habis di lahapnya. Diletakkannya piring dan gelas kotor di dapur.

Ibu serasa bermimpi, sampai harus mencubit tangan ibu sendiri. Semoga hal ini berlangsung selamanya he..he..he…..Jangan cuma siang ini saja.Amin.

 

dEPOK 27 oKTOBER 2008

EDH

Posted by: anurba | Oktober 24, 2008

BESAL APA KESING (besar apa kecil)

Sudah 3 bulan nadia bersekolah di Rumah Bermain Re  kelas playgroup kecil. Kenapa disebut playgroup kecil karena usia nadia baru dua tahun.

Selama 1,5  bulan pertama  Nad selalu minta di tunggu ibu di kelas ,  dari awal sampai akhir. Tapi ibu lama-lama jenuh juga,  akhirnya ibu putuskan untuk pelan pelan melepas Nad sendiri di sekolah. 

Minggu pertama ibu berada di luar kelas, Nad nangis gak mau sekolah akhirnya ibu masuk lagi tapi hanya 10 menit. Ketika Nad sibuk dengan dunia nya ( mainan, ustadzahnya dan teman2nya), ibu mlipir keluar kelas. Ketika jam istirahat tiba Nad mulai merengek lagi dan mulai mencari ibu , ibu sembunyi  dan tangis Nad tambah keras, ustadzah mulai kewalahan menghadapi Nad akhirnya ibu gak kuat dan mulai membujuk Nad. Ibu bilang ke Nad ” Nad kan udah besar, sudah sekolah jadi Nad harus sekolah sendiri gak boleh di temani ibu lagi…” Lalu Nad menjawab “ Atu macih kesing bu, temayin tata ibu Nad  macih kesing ti cekayang biyang udah besal, Atu udah besal apa matih kesing ti bu?( aku masih kecil bu, kemarin kata ibu Nad masih kecil si sekarang bilang udah besar, aku udah besar atau masih keil sih Bu?) saat itu  ibu hanya bisa tersenyum mendengar ocehan Nad…

Ibu merasa salah mengatakan dia sudah besar atau masih kecil sebagai alasan atau jawaban , sekarang ketika ibu menegur atau menasehati  Nad tidak ada reason kamu masih kecil atau kamu sudah besar , ibu hanya hanya mengatakan apa yang benar dan apa yang salah atau kenapa harus begini kenapa harus begitu .

Dan akhirnya setelah berjuang selama satu bulan, Nadia bisa di tinggal oleh ibu. Kata Ustadzahnya Nad lebih berani dan aktif. Alhamdulillahirobbilalamin.

 

 

dEPOK , 24 oKTOBER 2008

(dua hari sebelum ayah ke Tokyo)

EDH

Posted by: anurba | Juli 24, 2008

PUISI UNTUK ANAKKU (satu)

Saat kau Tertidur

Ku Pandangi Wajah mu

Masih Ingin ku Mendekapmu

Masih Ingin ku Menciummu

Sering ku Tak Sadar

Waktu Cepat Berlalu

Kini kau Telah Besar

Dan Menjadi Harapanku

Tumbuh……………

Tumbuhlah Anakku

Raihlah Semua Cita-Citamu

Berjalanlah lurus

di jalan SANG PEMBERI HIDUP

Jangan Pernah kau Ragu

Doa Ibu Tulus bersamamu

Agar Selalu Aman Di Hidupmu

Selamanya

 

17 April 2006                 18 April 2006               1 st aniversarry

dscn1883.JPG     dscn1897.JPG     dscn3828.JPG  

  

2nd aniversarry 

dscn4387.JPG

 

depok, 24 juli 2008

 

edh

Posted by: anurba | Juli 16, 2008

2000 perak…main sampai puas

        Pernah melihat permainan mandi bola, rumah balon, dan kolam pancing ikan magnet? Mungkin sebagian ada di supermaket atau pusat2 perbelanjaan dengan tarif Rp. 10.000 sampai Rp. 30.000 anak dapat bermain di arena bermain tersebut dengan di batasi waktu ( biasanya setengah jam sampai satu jam ).

          Dengan tarif sebesar itu untuk yang berkemampuan lebih mungkin tak kan menjadi masalah. Bagaimana dengan yang tidak ( berkemampuan lebih), apakah mungkin anak-anak dapat menikmati permainan tersebut?

          Jangan khawatir, di sebagian sudut kota kecil sekarang sudah banyak bermunculan arena permainan tersebut. Biasanya ada di taman-taman kota atau lapangan bermain yang ada di setiap kecamatan ( yang saya tahu di depok banyak).

          Biasanya arena permainan ini buka setiap sore, khusus hari minggu bisa seharian buka. Untuk kebersihan, gak kalah kok sama yang ada di dalam gedung pusat perbelanjaan ( mungkin lebih bersih). Karena kolam plastik selalu kempes dan di lap serta peralatan yang lain dicuci.

          Tarifnya? murah kok , gak bikin kepala pusing . Cuma 2000 perak, main sepuasnya deh.

dscn4461.JPG          dscn4466.JPG

          Arena bermain ini juga bisa menjadi ajang bisnis yang menguntungkan lho, dengan modal seperangkat kolam, bola , pancingan yang semuanya dari plastik dan rumah balon kecil dengan total biaya satu juta limaratus ribu rupiah saja, dalam waktu dua bulan sudah balik modal (seperti yang di ceritakan bang hamid pengelola mandi bola di taman kompleks perumahanku).

          Jadi, untuk menghibur anak gak perlu mahal. Dengan dua ribu rupiah saja mereka bisa main sampai puas dan kita gak sampai sakit kepala kan.

dscn4467.JPG          dscn4465.JPG

Selamat bermain

 

 

Edh

Depok, 16 juli 2008                                            

 

 

Posted by: anurba | Juni 22, 2008

Suka Duka di Bumi

koesplus1.jpg

Dua hari nggak masuk kerja, gara-gara kecelakaan motor di depan ITC Depok hari Kamis pagi, 19 Juni 2008. Istirahat di rumah, sambil merenung. Ternyata hidup tidak selamanya mulus, pasti ada suka dukanya. Jadi ingat lagunya Koes Plus dari Album Folk Songs, Suka Duka di Bumi. 

Nyalain computer, buka Winamp, add direktori Koes Plus, dobel klik Suka Duka di Bumi. Dengan gitar Yamaha C330A, kucoba ikuti permainan musik para maestro, sambil kutulis lirik dan kordnya. Hasilnya seperti ini… 

Suka Duka di Bumi
(Album Folk Songs) 

Intro     : Am Dm Am Dm 

Am    Dm   Am
Bersinar matahari      

G        C     G        C
Bunga mekar warna warni       

F        E         A
Senyum manis berseri 

Am     Dm       Am
Benderang tengah hari    

G        C   G           C
Hujan panas datang pergi   

    F       E            A
Siang malam berganti                                          

                                  D
Reff     Terdengar tawa riang                          

         E              A
Sedu sedan mengelilingi                                                    

                              D
Lahir tumbuh dan tumbang                     

       E            A G D E
Berulang kembali 

Am     Dm     Am
Berputar tak berhenti          

         G  C G        C
Mengelilingi matahari    

     F     E         A
Suka duka di bumi 

Interlude Am Dm Am G C G C F E A

Back to Reff

Depok, 22 Juni 2008

SBW

Posted by: anurba | Juni 3, 2008

PASRAH

Pagi ini ,setelah mengantar suami tercinta berangkat kerja ke stasiun depok baru, aku membeli pukis keju kesukaan anakku tersayang .
Penjual kue pukis yang mangkal di depan stasiun mulai pukul setengah enam pagi samapai sore ini sangat ramah, selalu tersenyum,ceria seolah tak pernah punya beban. Terlihat dari sorot mata dan ekspresi wajahnya. Aku memanggilnya mbak.
Sambil menunggu kue pukis matang (karena aku minta yang panas), kami membicarakan tentang keluarga sampai akhirnya menyingggung masalah anak.
- Anaknya berapa mbak?
- Tiga bu….
- Masak sih…kok masih muda banget kelihatannya
- Ya.. habis saya menikah umur 13 tahun bu..dijodohkan orang tua.
Anak saya yang pertama baru delapan tahun , saya melahirkan umur 15 tahun.Lha anak Ibu berapa?
- Baru satu mbak
- Anak saya juga sekarang satu bu….
- Lho..gimana sih
- Katanya tiga….kok jadi Satu
- Iya.wong anak yang pertama dan terakhir hanyut terbawa arus sungai di madura bu..
- Innalilahiwainailaihi rojiun kapan kejadiannya mbak?
- Baru seminggu yang lalu bu..waktu itu saya di sini …….

Aku terkejut… bukan karena mendengar kabar itu, tapi melihat ekspresi si mbak ketika menceritakan hal ini. Tetap dengan senyum dan tawanya. Tidak ada sedikitpun guratan sedih di wajahnya. Baru seminggu………………………………
Dengan hati hati aku bertanya
- Mbak tabah yaaa…kok gak kelihatan sedih .
Si mbak menjawab
- Ya sedih bu…wong kehilangan anak.
- Tapi mau gimana lagi….saya pasrah aja bu sama yang punya hidup.
- Semua Gusti Allah yang ngatur, wong kita ini ibarate poin catur…di bawa kemana hidup kita sama Allah ya terima aja.
- Sekarang berjuang buat yang masih hidup aja..syukur2 bisa nolong orang lain

Bisakah kita berpikir sederhana seperti si mbak? Pasrah dan ikhlas dalam menghadapi semua cobaan hidup ini? Mungkin hidup kita bisa lebih tenang dan damai.

Posted by: anurba | Mei 15, 2008

JOMBLO…SO WHAT GITU LHO !

Hari masih belum terlalu malam ketika di suatu sudut di kota depok aku bertemu dengan kawan lamaku. Namanya sebut saja arini, dia dulu teman smp ku , satu kelas.

Aku pangling dengan penampilannya.Dia lebih modis dan terkesan elegan dengan baju kerjanya.

Arini wanita single yang bekerja di salah satu bank Bumn di jakarta. Dia tinggal di depok karena tengah menyelesaikan S3 nya, biar lebih konsentrasi katanya.

Jangan ditanya tentang karirnya, bergerak cepat seperti harga2 sembako sekarang , dia akan antusias kalau bercerita hal yang satu ini.

Tapi dia akan bete dan berubah masam kalau di tanya tentang kehidupan sosialnya. Tentang keluarga, tentang kapan berumah tangga,  pasti dia akan berkata:

Kenapa sih harus ada pertanyaan itu?

 Kenapa gak ditanyakan bagaimana karirmu? Kebaikan apa yang sudah kamu lakukan pada sekelilingmu?

Kadang aku jenuh dengan pertanyaan2  itu, kapan kawin..ntar keburu tua lhoo…

emang kenapa kalau aku masih sendiri? toh aku punya kehidupan yang menyenangkan, teman2 yang baik, orang tua dan saudara2ku yang mendukungku.

Jodoh kan gak bisa dipaksakan.Masa aku kawin gara2 umur dan takut di sebut gak laku atau perawan tua …..jadi apa  rumah tanggaku nantinya.

Emangnya kalau aku hidup sendiri, gak bisa berbuat apa2? siapa bilang? aku bahkan  bisa lebih bebas berkreasi. dan membuat hidupku lebih berarti untuk ku dan orang lain tanpa harus ada pertimbangan2 yang kadang menghambat.

Jadi jomblo…. so what gitu lho!

Mungkin apa yang dikatakan arini ada benarnya juga, tapi semoga arini tidak lupa  dengan fitrah manusia dari jaman nabi adam untuk meneruskan keturunan dan menjadi kalifah di muka bumi  ini,……… maka berpasanganlah.

Depok , 15 mei 2008

edh

Posted by: anurba | Mei 14, 2008

Where is the Mosque

“I have read on the internet just before I went here that Indonesia is the largest Moslem populated country in the world. But, when I take a look outside, I can not find any mosque around here. Why?” 

“Of course you can not find what you call it mosque around here. As in Indonesia the mosque is not always a special building completed with dome and tower like in your country. Sometimes, our mosque looks like a common building or as part of the building itself” 

“Oh, I see…” 

Itu adalah sepenggal dialog antara saya dan seorang delegasi Mesir saat rehat dalam sebuah rapat di Hotel Intercontinental Jakarta akhir tahun lalu. Dengan secangkir kopi di tangan kiri dan sebuah resoles di tangan kanan, pandangan mata sang delegasi Mesir tidak terlepas dari hamparan gedung-gedung pencakar langit yang jelas terlihat dari jendela ruang rapat hotel. Sesekali dia mengerutkan dahi, seakan dia nggak percaya dengan jawaban saya. 

Saya jadi nggak pede… 

Tapi ah biarin aja, toh dia nggak nanya lagi.  

Tapi terus terang pertanyaan itu terus menggelitik saya sampai sekarang. Apa iya semua gedung pencakar langit itu ada masjidnya, minimal mushola lah. Apa bener kantor-kantor, mall-mall, stasiun kereta api, terminal, dan tempat-tempat konsentrasi manusia yang notabene mayoritas adalah muslim sudah dilengkapi fasilitas ibadah ini? Tentunya yang layak lho ya. Silakan Anda cek. 

Namun sebetulnya dari situ muncul pertanyaan lanjutan. Kalau memang masjidnya ada, apa iya ada jemaahnya? Jangan-jangan hanya seneng mbangun tapi malas memelihara atau istilah ustadz memakmurkannya?  

Jadi kalau delegasi Mesir bertanya “Where is the mosque?”, maka kalau saya akan menanyakan “What is next with the mosque?”

Jakarta, 14 Mei 2008

SBW

Posted by: anurba | Mei 8, 2008

Apa Kabar Wonosari

asyik-lho-ke-wonosari.JPG Ada wisma rolas.. (sst ada hantunya lho) Ada pohon teh… Ada pohon besar… Ada hutan.. Ada gunung.. Ada yang lagi nawar bunga… Ada kamboja… Ada bunga kuning… Ada tawon.. Ada kupu-kupu.. Ada yang kecapekan..

Anda pernah ke Wonosari? Wonosari yang mana? Wonosari Surabaya atau Wonosari Gunung Kidul?

 Ya, memang begitu banyak Wonosari di pulau Jawa, bahkan nama ini bisa anda temukan hampir di seluruh pulau besar di Indonesia sebagai dampak program Transmigrasi. Jadi jangan kaget kalau ada alamat di KTP tertulis desa Wonosari, Kodya Jayapura.

Wonosari yang aku maksud di sini adalah sebuah lahan perkebunan teh di kaki gunung Arjuna, yang masuk di wilayah kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hawanya sejuk dan segar, suasananya tenang jauh dari kebisingan kota, dan pohon-pohonnya masih alami. Konturnya yang berbukit dan warna hijau yang menghampar di atas permukaannya semakin menambah indah suasana.

It is used to be my playground. Ya, dulu sewaktu masih di Surabaya hampir setiap 2 minggu sekali aku sempetin untuk ngajak istriku liburan di sana. Ini atas anjuran dokter juga, agar kami banyak istirahat dan refreshing, kalau pengin segera punya anak. Sekedar info saja, aku dan istriku cukup lama menanti kelahiran anak pertama, 7 tahun. Ya ambil hikmahnya saja, bisa honeymoon selama 7 tahun!!

Tak terasa sudah 3 tahun aku gak ke sana, tepatnya sejak istriku positif hamil. Alhamdulillah. Dokter bilang memang istriku harus banyak bedrest, karena riwayat kandungannya yang lemah. Waktu itu kami sempat berangan-angan kelak suatu saat kami akan kembali, untuk mengajak si kecil belajar jalan.

Namun ternyata Allah berkehendak lain, musibah datang. Lumpur Lapindo telah menghambat perjalanan kami ke sana. Ditambah aku harus pindah tugas ke Jakarta. Tapi suatu saat aku akan kembali ke sana. Aku rindu suasananya.

Jakarta, 7 Mei 2008

SBW

Older Posts »

Categories