”Kok rumahnya seperti kapal pecah ya..” itu adalah komentar tetanggaku ketika berkunjung kerumah. Saat itu rumah memang sangat berantakan, di penuhi oleh mainan Nad. Sudut kanan sepeda poo nya, sudut kiri ada keranjang mainan, di tengah rumah beserakan balok dan peralatan mainan memasaknya.
Bagi ibu ini bukan hal aneh, karena mobilitas nadia tinggi sekali. Nadia termasuk anak yang tidak bisa disuruh diam. Untuk melampiaskan aktivitasnya, ibu membebas kan Nad untuk bermain di rumah sepuasnya. Dan Nad termasuk anak yang cepat sekali bosan, makanya tidak cukup satu jenis mainan yang di mainkan dalam satu waktu.
Masalah rumah seperti Kapal Pecah, sebetulnya bukan persoalan besar . Bisa di bereskan ketika Nad tidur siang atau ketika Nad asyik dengan pensil warna dan buku gambarnya. Yang penting kreativitas Nad terus berkembang. Mungkin suatu waktu andai Nad sudah bisa membantu, ibu akan meminta tolong Nad membereskan mainannya sendiri andai tidak mau mungkin ibu akan menghukum Nad tidak boleh bermain lagi dengan mainannya ( kapan ya…).
Edh
dEPOK , 8 nOVEMBER 2008
( Ayah pulang dari Tokyo dan Mba Wulan menikah ………selamat mbak)
